Breaking News
Showing posts with label gunadarma. Show all posts
Showing posts with label gunadarma. Show all posts

Saturday, November 17, 2018

COBIT 5




COBIT 5
1. Pengertian COBIT 5
   
COBIT adalah merupakan kerangka panduan tata kelola TI dan atau bisa juga disebut sebagai toolset pendukung yang bisa digunakan untuk menjembatani gap antara kebutuhan dan bagaimana teknis pelaksanaan pemenuhan kebutuhan tersebut dalam suatu organisasi. COBIT memungkinkan pengembangan kebijakan yang jelas dan sangat baik digunakan untuk IT kontrol seluruh organisasi, membantu meningkatkan kualitas dan nilai serta menyederhanakan pelaksanaan alur proses sebuah organisasi dari sisi penerapan IT.

Dikeluarkan dan disusun oleh IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ISACA (Information Systems Audit and Control Association) pada tahun 1996. hingga saat artikel ini di muat setidaknya sudah ada 5 versi COBIT yang sudah diterbitkan, versi pertama diterbitkan pada tahun 1996, versi kedua tahun 1998, versi 3.0 di tahun 2000, Cobit 4.0 pada tahun 2005, CObit 4.1 tahun 2007 dan yang terakhir ini adalah Cobit versi 5 yang di rilis baru-baru saja.

Cobit berorientasi proses, dimana secara praktis Cobit dijadikan suatu standar panduan untuk membantu mengelola suatu organisasi mencapai tujuannya dengan memanfaatkan TI. Cobit memberikan panduan kerangka kerja yang bisa mengenndalikan semua kegiatan organisasi secara detail dan jelas sehingga dapat membantu memudahkan pengambilan keputusan di level top dalam organisasi.

COBIT digunakan secara umum oleh mereka yang memiliki tanggung jawab utama dalam alur proses organisasi, mereka yang organisasinya sangat bergantung pada kualitas,kehandalan dan penguasaan teknologi informasi.

Cobit memiliki 4 Cakupan Domain :

1. Perencanaan dan Organisasi (Plan and organise)
• Domain ini mencakup strategi dan taktik yang menyangkut identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi terbaik dalam pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula.

2. Pengadaan dan implementasi (Acquirw and implement)
• Untuk mewujudkan strategi TI, solusi TI perlu diidentifikasi, dibangun atau diperoleh dan kemudian diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis.



3. Pengantaran dan dukungan (Deliver and Support)
• Domain ini berhubungan dengan penyampaian layanan yang diinginkan, yang terdiri dari operasi pada security dan aspek kesinambungan bisnis sampai dengan pengadaan training.

4. Pengawasan dan evaluasi (Monitor and Evaluate)
• Semua proses TI perlu dinilai secara teratur dan berkala bagaimana kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kontrol.

2. Prinsip COBIT 5

Prinsip 1 : Meeting stakeholder needs
COBIT 5 terdiri atas proses-proses dan enabler untuk mendukung penciptaan nilai bisnis melalui penerapan IT. Sebuah perusahaan dapat menyesuaikan COBIT 5 dengan konteks perusahaan tersebut .

Prinsip 2 : Covering the enterprise end-to-end
COBIT 5 mengintegrasikan pengelolaan IT perusahaan terhadap tatakelola perusahaan. Hal ini dimungkinkan karena 

  • COBIT 5 mencakup seluruh fungsi dan proses yang ada di perusahaan. COBIT  tidak hanya fokus pada fungsi IT, tapi menjadi teknologi dan informasi tersebut sebagai aset yang berhubungan dengan aset-aset lain yang dikelola semua orang di dalam sebuah perusahaan. 
  • COBIT 5 mempertimbangkan seluruh enabler dari governance dan management terkait IT dalam sudut pandang perusahaan dan end-to-end. Artinya COBIT 5 mempertimbangkan seluruh entitas di perusahaan sebagai bagian yang saling mempengaruhi.


Prinsip 3 : Applying a single, integrated framework
COBIT 5 selaras dengan standar-standar terkait yang biasanya memberi panduan untuk sebagian dari aktivitas IT. COBIT 5 adalah framework yang membahas high level terkait governance dan management dari IT perusahaan. COBIT 5 menyediakan panduan high level dan panduan detailnya disediakan oleh standar-standar terkait lainnya.

Prinsip 4 : Enabling a holistic approach
Governance dan management IT perusahaan yang efektif dan efisien membutuhkan pendekatan yang bersifat menyeluruh, yaitu mempertimbangkan komponen-komponen  yang saling berinteraksi. COBIT 5 mendefiniskan sekumpulan enabler untuk mendukung implementasi governance dan management sistem IT perusahaan secara komprehensif.




Prinsip 5 : Separating governance from management
COBIT 5 memberikan pemisahan yang jelas antara management dan governance. Kedua hal ini meliputi aktivitas yang berbeda,membutuhkan struktur organisasi yang berbeda dan melayani tujuan yang berbeda.

Menurut COBIT 5, governance memastikan kebutuhan, kondisi dan pilihan dari stakeholder dievaluasi untuk menentukan objektif dari perusahaan yang akan disepakati untuk dicapai. Governance memberikan arah bagi penentuan prioritas dan pengambilan keputusan. Selain itu, governance juga me-monitor kinerja dan kesesuaian terhadap objektif yang telah disepakati. Sementara, management meliputi aktivitas merencanakan, membangun, menjalankan dan me-monitor aktivitas yang diselaraskan dengan arahan yang ditetapkan oleh organisasi governance untuk mencapai objektif dari perusahaan.

COBIT 5 dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan :
1.     Memahami ekspektasi stakeholder terhadap informasi dan teknologi terkait.
2.     Ketergantungan pada pihak eksternal dan faktor internal
3.     Terlalu banyak informasi
4.     IT dan bisnis tidak dapat dipisahkan
5.     Menyediakan panduan dalam melakukan inovasi dan penerapan teknologi-teknologi terbaru.
6.     Fungsi dan Tanggungjawab yang jelas.
7.     Memegang kontrol terhadap pemenuhan kebutuhan pengguna.
8.     Keterkaitan dengan standar dan kerangka kerja lain.
9.     Menyesuaikan dengan hukum, regulasi, kesepakatan kontrak dan aturan internal.
10. Menciptakan nilai dari perusahaan melalui penggunaan IT yang efektif dan inovatif.

3. Frame Work COBIT

COBIT dikeluarkan oleh IT Governance Institute (ITGI). COBIT digunakan untuk menjalankan penentuan atas IT dan meningkatkan pengontrolan IT. COBIT juga berisi tujuan pengendalian, petunjuk audit, kinerja dan hasil metrik, faktor kesuksesan dan maturity model.

Lingkup kriteria informasi yang sering menjadi perhatian dalam COBIT adalah:

Effectiveness
Menitikberatkan pada sejauh mana efektifitas informasi dikelola dari data-data yang diproses oleh sistem informasi yang dibangun.


Efficiency
Menitikberatkan pada sejauh mana efisiensi investasi terhadap informasi yang diproses oleh sistem.

Confidentiality
Menitikberatkan pada pengelolaan kerahasiaan informasi secara hierarkis.

Integrity
Menitikberatkan pada integritas data/informasi dalam sistem.

Availability
Menitikberatkan pada ketersediaan data/informasi dalam sistem informasi.

Compliance
Menitikberatkan pada kesesuaian data/informasi dalam sistem informasi.

Reliability
Menitikberatkan pada kemampuan/ketangguhan sistem informasi dalam pengelolaan data/informasi.

Sedangkan fokus terhadap pengelolaan sumber daya teknologi informasi dalam COBIT adalah pada :

Applications
Information
Infrastructure
People
Dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi, COBIT memiliki karakteristik :

Business-focused
Process-oriented
Controls-based
Measurement-driven
COBIT mengelompokkan semua aktivitas bisnis yang terjadi dalam organisasi menjadi 34 proses yang terbagi ke dalam 4 buah domain proses, meliputi :

Planning & Organization.
Domain ini menitikberatkan pada proses perencanaan dan penyelarasan strategi TI   dengan strategi perusahaan, mencakup masalah strategi, taktik dan identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula.

Domain ini mencakup :

  • PO1 – Menentukan rencana strategis
  • PO2 – Menentukan arsitektur informasi
  • PO3 – Menentukan arah teknologi
  • PO4 – Menentukan proses TI, organisasi dan hubungannya
  • PO5 – Mengelola investasi TI
  • PO6 – Mengkomunikasikan tujuan dan arahan manajemen
  • PO7 – Mengelola sumber daya manusia
  • PO8 – Mengelola kualitas
  • PO9 – Menilai dan mengelola resiko TI
  •  PO10 – Mengelola proyek


Acquisition & Implementation.
Domain ini berkaitan dengan implementasi solusi IT dan integrasinya dalam proses bisnis organisasi untuk mewujudkan strategi TI, juga meliputi perubahan dan maintenance yang dibutuhkan sistem yang sedang berjalan untuk memastikan daur hidup sistem tersebut tetap terjaga.

Domain ini meliputi:

  •  AI1 – Mengidentifikasi solusi yang dapat diotomatisasi.
  • AI2 – Mendapatkan dan maintenance software aplikasi.
  • AI3 – Mendapatkan dan maintenance infrastuktur teknologi
  • AI4 – Mengaktifkan operasi dan penggunaan
  • AI5 – Pengadaan sumber daya IT.
  • AI6 – Mengelola perubahan
  • AI7 – Instalasi dan akreditasi solusi dan perubahan.


Delivery & Support.
Domain ini mencakup proses pemenuhan layanan IT, keamanan sistem, kontinyuitas layanan, pelatihan dan pendidikan untuk pengguna, dan pemenuhan proses data yang sedang berjalan.

Domain ini meliputi :

  • DS1 – Menentukan dan mengelola tingkat layanan.
  • DS2 – Mengelola layanan dari pihak ketiga
  • DS3 – Mengelola performa dan kapasitas.
  • DS4 – Menjamin layanan yang berkelanjutan
  • DS5 – Menjamin keamanan sistem.
  • DS6 – Mengidentifikasi dan mengalokasikan dana.
  • DS7 – Mendidik dan melatih pengguna
  • DS8 – Mengelola service desk dan insiden.
  • DS9 – Mengelola konfigurasi.
  • DS10 – Mengelola permasalahan.
  • DS11 – Mengelola data
  • DS12 – Mengelola lingkungan fisik
  • DS13 – Mengelola operasi.


Monitoring and Evaluation.
Domain ini berfokus pada masalah kendali-kendali yang diterapkan dalam organisasi, pemeriksaan intern dan ekstern dan jaminan independent dari proses pemeriksaan yang dilakukan.

Domain ini meliputi:

  • ME1 – Mengawasi dan mengevaluasi performansi TI.
  • ME2 – Mengevaluasi dan mengawasi kontrol internal
  • ME3 – Menjamin kesesuaian dengan kebutuhan eksternal.
  • ME4 – Menyediakan IT Governance.

4. COBIT Maturity Model

COBIT menyediakan parameter untuk penilaian setinggi dan sebaik apa pengelolaan IT pada suatu organisasi dengan menggunakan maturity models yang bisa digunakan untuk penilaian kesadaran pengelolaan (management awareness) dan tingkat kematangan (maturity level). COBIT mempunyai model kematangan (maturity models) untuk mengontrol proses-proses IT dengan menggunakan metode penilaian (scoring) sehingga suatu organisasi dapat menilai proses-proses IT yang dimilikinya dari skala nonexistent sampai dengan optimised (dari 0 sampai 5), yaitu: 0: Non Existen, 1: Initial, 2: Repetable, 3: Defined, 4: Managed dan 5: Optimized  (Purwanto dan Saufiah, 2010; Setiawan, 2008; Nurlina dan Cory, 2008).

Sumber :


https://haendra.wordpress.com/2012/06/08/pengertian-cobit/

https://blogs.itb.ac.id/dudi4studi/2012/10/03/cobit-5-hanya-untuk-tatakelola-dan-manajemen-teknologi-informasi-perusahaan/

https://ridwansetyawan91.blogspot.com/2017/01/tugas-softskill-cobit-5.html

http://cobitindo.blogspot.com/2011/10/sekilas-tentang-control-objective-for.html

Read more ...

Thursday, October 18, 2018

Implementasi Kegunaan Algoritma DES,RSA,PGP di Bidang Keamanan Data Jaringan

     

1. DES

     DES (Data Encryption Standard) adalah algoritma untuk mengenkripsi data yang dikeluarkan oleh Federal Information Processing Standard (FIPS) 46 – 1 Amerika Serikat. Algoritma dasarnya dikembangkan oleh IBM, NSA, dan NBS yang berperan penting dalam pengembangan bagian akhir algoritmanya. DEA dan DES telah dipelajari secara ekstensif sejak publikasi pertamanya, dan diketahui sebagai algoritma simetris yang paling baik dan paling banyak digunakan di dunia.
     DES memiliki blok kunci 64 bit tetapi yang digunakan dalam proses eksekusi adalah 56 bit. Pada awalnya dirancang untuk implementasi secara hardware. Penggunaan dalam sistem komunikasi mengharuskan pengirim dan penerima memiliki kunci rahasia yang sama, yang dapat digunakan untuk mengenkripsi dan mendekripsi data yang dikirim atau diterima. DES juga dapat digunakan untuk enkripsi data-data pribadi dalam hard disk. Namun, luasnya pemakaian DES belum mencakup lingkungan multiuser. Pada kondisi ini public key cryptography lebih sesuai untuk digunakan.

Algoritma DES

       Secara umum, algoritma DES terbagi menjadi 3 kelompok di mana kelompok yang satu dengan yang lain saling berinteraksi dan terkait antara satu dengan yang lain. Kelompok-kelompok tersebut adalah Pemrosesan kunci, enkripsi data 64 bit, dan dekripsi data 64 bit. Algoritma DES dirancang untuk menulis dan membaca berita blok data yang terdiri dari 64 bit di bawah kontrol kunci 64 bit. Dalam pembacaan berita harus dikerjakan dengan menggunakan kunci yang sama dengan waktu menulis berita, dengan penjadualan alamat kunci bit yang diubah sehingga proses membaca adalah kebalikan dari proses menulis. 
    Sebuah blok ditulis dan ditujukan pada permutasi dengan inisial IP, kemudian melewati perhitungan dan perhitungan tersebut sangat tergantung pada kunci kompleks dan pada akhirnya melewati permutasi yang invers dari permutasi dengan inisial IP-1. Perhitungan yang tergantung pada kunci tersebut dapat didefinisikan sebagai fungsi f, yang disebut fungsi cipher dan fungsi KS, yang disebut Key Schedule. Sebuah dekripsi perhitungan diberikan pada awal, sepanjang algoritma yang digunakan dalam penulisan pesan. Berikutnya, penggunaan algoritma untuk 3 pembacaan pesan didekripsikan. Akhirnya, definisi dari fungsi cipher f menjadi fungsi seleksi Si dan fungsi permutasi adalah P. 

IMPLEMENTASI DES 
        Untuk mengenkrip atau mendekripsi lebih dari 64 bit ada 4 model resmi yang telah ditetapkan oleh FIPS PUB 81. Salah satu model yang digunakan adalah untuk memeriksa proses deakripsi di atas untuk masing-masing blok secara berurutan. Model ini disebut model Electronic Code Book (ECB). Kelebihan dari metode ini adalah melakukan XOR masing-masing blok plaintext dengan blok ciphertext sebelumnya untuk proses enkripsi. Model ini dinamakan Cipher Block Chaining (CBC). Dua model yang lain adalah Output Feedback (OFB) dan Cipher Feedback (CFB). Algoritma DES juga dapat digunakan untuk menghitung checksum sampai panjang 64 bit. Jika jumlah data dalam bit dikenai checksum bukan perkalian 64 bit, maka blok data yang terakhir diberi angka 0. Jika data itu berupa data ASCII, maka bit pertama dari beberapa bit yang lain diberi nilai 0.

2. RSA

     Untuk menyandi informasi dan untuk menerjemahkan pesan tersandi sebuah algoritma  penyandian memerlukan sebuah data  biner yang disebut kunci. Tanpa kunci yang cocok orang tidak bisa mendapatkan kembali pesan asli dari  pesan tersandi. Pada DES digunakan kunci yang sama untuk menyandi (enkripsi) maupun untuk menterjemahan (dekripsi), sedangkan RSA menggunakan dua kunci yang  berbeda. Isitilahnya, DES disebut sistem sandi simetris sementara RSA disebut sistem sandi asimetris. Kedua sistem ini memiliki keuntungan dan kerugiannya sendiri. Sistem sandi simetris cenderung jauh lebih cepat sehingga lebih disukai oleh sementara kalangan industri. Kejelekannya, pihak-pihak yang ingin berkomunikasi secara privat harus punya akses ke sebuah kunci DES bersama. Walaupun biasanya  pihak-pihak yang terkait sudah saling  percaya, skema ini memungkinkan satu pihak untuk memalsukan  pernyataan dari pihak lainnya.
      RSA yang menggunakan algoritma asimetrik mempunyai dua kunci yang berbeda, disebut  pasangan kunci (key pair) untuk  proses enkripsi dan dekripsi. Kunci-kunci yang ada pada pasangan kunci mempunyai hubungan secara matematis, tetapi tidak dapat dilihat secara komputasi untuk mendeduksi kunci yang satu ke pasangannya. Algoritma ini disebut kunci publik, karena kunci enkripsi dapat disebarkan. Orang-orang dapat menggunakan kunci publik ini, tapi hanya orang yang mempunyai kunci  privat sajalah yang bisa mendekripsi data tersebut. Keamanan algoritma RSA terletak pada sulitnya memfaktorkan  bilangan yang besar menjadi faktor-faktor prima.Pemfaktoran dilakukan untuk memperoleh kunci privat. Selama pemfaktoran bilangan besar menjadi faktor-faktor prima belum ditemukan algoritma yang efisien, maka selama itu pula keamanan algoritma RSA tetap terjamin. Besaran-besaran yang digunakan pada Algoritma RSA:


  1.  p dan q bilangan prima (rahasia)
  2. n = p . q (tidak rahasia)
  3. á¶²(n) = (p– 1) (q-1) (rahasia)
  4. e (kunci enkripsi) (tidak rahasia)
  5. d (kunci dekripsi) ( rahasia)
  6. m (plainteks) (rahasia)
  7. c (cipherteks) (tidak rahasia)
3. PGP

         Ada banyak cara untuk berkomunikasi antara satu orang dengan orang lain. Salah satunya ialah menggunakan layanan pesan elektronik atau yang lebih dikenal dengan SMS(Short Message Service). Kirim terima pesan lewat SMS layaknya pengiriman surat via pos dimana surat yang dikirim tidak terjamin kerahasiaannya dan setiap orang dapat melakukan serangan untuk mengetahui isi pesan yang dikirim. Pretty Good Privacy(PGP) menggunakan protokol yang mengimplementasikan sistem kriptografi hybrid yang merupakan pecampuran algoritma simetrik dan asimetrik dengan beberapa pilihan algoritma.



       Penggunaan media SMS merupakan salah satu cara untuk melakukan proses kirim terima pesan antar user. Adanya ketidakamanan pada setiap pengiriman pesan dapat diatasi dengan menambahkan algoritma enkripsi dan dekripsi didalamnya. Pemilihan algoritma,dan manajemen kunci yang baik akan sangat berpengaruh terhadap tingkat keamanan dari isi pesan yang dikirim. Penggunaan protokol PGP akan sangat membantu dalam manajemen kunci dimana isi pesan akan tetap aman dengan menggunakan kunci yang selalu berganti tanpa harus adanya konfirmasi kepada user tujuan dalam hal pergantiaannya dikarenakan kunci yang digunakan tersebut dikirim dengan terlebih dahulu dienkripsi dengan menggunakan kunci publik user tujuan. User juga akan merasa seperti mengirim SMS seperti biasa tidak harus memasukan input kunci karena kunci sesi yang digunakan untuk mengenkripsi pesan akan dibangkitkan secara otomatis didalam protokol itu sendiri. Hal serupa juga terjadi di pihak user tujuan karena kunci sesi yang dienkripsi menggunakan public key-nya akan didekripsi secara otomatis di dalam protokol yang kemudian akan digunakan untuk mendekripsi pesan pada algoritma AES secara otomatis pula, sehingga kedua belah pihak tidak perlu memasukkan kunci apapun secara manual pada proses enkripsi dan dekripsi pesan yang menggunakan AES 128 bit.

sumber :

http://dhian_sweetania.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/35350/IMPLEMENTASI-ENKRIPSI-DATA-BERBASIS-ALGORITMA-DES.pdf
https://marammarr.wordpress.com/2017/10/17/implementasi-algoritma-des-rsa-pgp-dalam-keamanan-data/
http://najmif.blogspot.com/2017/10/implementasi-kegunaan-algoritma-des-rsa.html
http://bertirima.blogspot.com/2017/10/implementasi-kegunaan-algoritma-des-rsa.html


Read more ...

Sunday, June 5, 2016

Peranan IPTEK Pada Budaya Bertani



Makalah Ilmu Budaya Dasar



 

















Dibuat Oleh :
Nama : Reza Aulia Pratama         
Kelas : 1KA18
NPM : 15115818


FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
JURUSAN SISTEM INFORMASI S1
UNIVERSITAS GUNADARMA
Kata Pengantar


                Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah Subhanahu wata’ala, karena berkat rahmat-Nya saya bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Peranan IPTEK Pada Budaya Bertani. Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar.
                Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini jauh dari kata sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat saya harapkan demi sempurnanya makalah ini.
                Semoga makalah ini dapat memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.



                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Jakarta, 02 Juni 2016

                                                                                                                                                                                Penulis
                                                                                                                                                                    Reza Aulia Pratama





PENDAHULUAN
I. LATAR BELAKANG
                Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar, karena ditopang pula oleh sistem sosial yang kuat, dan dalam kecepatan yang makin tinggi, teknologi telah menjadi pengarah hidup manusia. Sudah kita ketahui bahwa sebenarnya teknologi sudah ada sejak dulu, karena manusia sudah menemukan (membuat) serta menggunakannya. Manusia mulai menggunakan teknologi karena ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih aman dan sebagainya. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis, Demikian juga ditemukannya formulasi baru kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktifitas manusia. Namun, sekalipun teknologi mampu mengungkap semua rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti teknologi sinonim dengan kebenaran. Karena IPTEK hanya mampu menampilkan kenyataan. Dalam penerapannya, ilmu pengetahuan secara otomatis menghasilkan apa yang disebut teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, maka kita pun mengensl istilah IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi).  
                Peran iptek dalam pertanian sangatlah penting adanya. Pada krisis ekonomi yang dialami indonesia sejak tahun 1997, membuat para pakar pertanian sibuk menstrategikan pengaplikasian iptek dalam ilmu pertanian.
II. Rumusan Masalah
1.       Apa yang dimaksud dengan IPTEK
2.       Perkembangan IPTEK
3.       Peranan IPTEK dalam budaya bertani
III. Tujuan
1.       Mengetahui apa itu IPTEK
2.       Bagaimana perkembangannya
3.       Perkembangan IPTEK dalam perkembangan pertanian




PEMBAHASAN
1. Pengertian IPTEK
                Iptek adalah ilmu pengetahuan dan teknologi dimana ilmu pengetahua dan teknologi memilki arti tersendiri. Ilmu dipandang sebagai produk, proses dan paradigma etika. Ilmu diperoleh melalui kegiatan ilmiah sedangkan pengetahuan didapatkan dengan proses pemahaman diluar metode ilmiah. Jika ilmu pengetahuan rumus dan teorii, teknologi merupakan praktek terapan darirumus dan teori ilmu pengetahuan. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan.
                Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bantu/ eksitensi kemampuan diri manusia, telah menjadi kekuatan otonom yang justru membelenggu prilaku dan gaya hidup kita sendiri. Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar karena ditopang oleh sistem-sistem sosial yang kuat dan dalam kecepatan yang semakin tinggi teknologi telah menjadi pengaruh bagi kehidupan manusia. Masyarakat yang kurang kemampuan teknologinya cendrung tegantung dan hanya mampu bereaksi terhadap dampak oleh kecanggihan teknologi.
                Adapun beberapa definisi ilmu menurut para ahli seperti yang dikutip oleh Bakhtiar tahun 2005 diantaranya  adalah :
a. Mohamad Hatta, mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam.
b. Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, mengatakan ilmu adalah yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan ke empatnya serentak.
c. Karl Pearson, mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana.
d. Ashley Montagu, menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengamatan, studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji.
e. Harsojo menerangkan bahwa ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan dan suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia. Lebih lanjut ilmu didefinisikan sebagai suatu cara menganalisis yang mengijinkan kepada ahli-ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk : “ jika .... maka “.
f. Afanasyef, menyatakan ilmu adalah manusia tentang alam, masyarakat dan pikiran. Ia mencerminkan alam dan konsep-konsep, katagori dan hukum-hukum, yang ketetapannya dan kebenarannya diuji dengan pengalaman praktis.
2. Perkembangan IPTEK
                Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi khususnya dibidang internet, memacu kebutuhan akan sumber daya manusia yang handal.Untuk menghasilkan Sumber daya Manusia (SDM) yang berkualitas ini perlu dibutuhkankerjasama antara institusi pendidikan formal (perguruan tinggi, sekolah) dan pendidikaninformal. Penggunaan Internet, saat ini telah mengubah penggunaan Teknologi Informasi. Diberbagai tempat di dunia, akses terhadap informasi menjadi lebih mudah dan murah dengan adanya media internet ini. Di Indonesia pun tidak berbeda dengan Negara lain, Internet dan teknologi informasi dan komunikasi mulai menjadi sesuatu hal yang sangat penting.
                Ditahun era globalisasi yang semakin meningkat ini, kita mau tidak mau harus mengikuti perkembangan Teknologi Informasi yang semakin berkembang pesat. Disamping itu juga kita harus mememiliki sasaran yang hendak dicapai dari upaya pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. Oleh karena itu perkembangan IPTEK sangatlah penting bagi banyak pihak karena dengan adanya IPTEK kita dapat memenuhi kebutuhan pokok kita.
                Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia tertinggal jauh dan sangat memprihatinkan dibanding Negara-negara Eropa dan Amerika Serikat bahkan pula di Negara-negara Asia misalnya Jepang dan China. Hal ini disebabkan karena :



1. Masih terbatasnya orang indonesia yang mendapat pendidikan barat terutama pendidikan tinggi.
2. Kurangnya keinginan dari pemerintah maupun perusahaan swasta yang ada di Indonesia untuk melakukan ahli teknologi
3. Tidak adanya inovasi teknologi yang berarti di dalam masyarakat indonesia itu sendiri,ilmu pengetahuan dan teknologi di indonesia mulai berkembang dimana ditandai dangan adanya perguruan tinggi dan pusat-pusat penelitian seperti lembaga ilmu pengetahuan (LIPI) dan juga badan pengkajian dan penerapan teknologi (BPPT)
2.1 Adapun Faktor Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan IPTEK
1. Terbatasnya jumlah orang Indonesia yang berminat untuk terlibat dalam suatu penelitian alhasil IPTEK di indonesia lebih banyak di kuasai pihak asing daripada warga negaranya sendiri.
2. Meski jumlah lulusan sarjana atau doktor di Indonesia sudah banyak, namun hanya sedikit yang berminat untuk mengembangkan ilmunya. Masih banyak dari mereka yang hanya melaksanakan tugas rutin dan memenuhi kewajibah untuk memiliki gelar yang tinggi.
3. Seringkali masyarakat lebih nyaman menjadi pengikut atau "follower" dibandingkan menjadi innovator.
                Oleh karena itu sebagai generasi penerus bangsa sudah semestinya kita mendukung perkembangan IPTEK di Indonesia agar generasi - generasi selanjutnya dapat mengembangkan apa yang kita telah temukan dan juga bangsa kita dapat di kenal sebagai bangsa inovator dan bisa turut menyukseskan pembangunan nasional.

3. Peranan IPTEK dalam budaya bertani
                Kemajuan dan pembangunan dalam bidang apapun tidak dapat dilepaskan dari kemajuan teknologi. Revolusi pertanian didorong oleh penemuan mesin-mesin dan cara-cara baru dalam bidang pertanian. A.T Mosher (Mubyarto, 1989;235) menganggap teknologi yang senantiasa berubah itu sebagai syarat mutlak adanya pembangunan pertanian. Apabila tidak ada perubahan dalam teknologi maka pembangunan pertanian pun terhenti. Produksi terhenti kenaikannya, bahkan dapat menurun karena merosotnya kesuburan tanah atau karena kerusakan yang makin meningkat oleh hama penyakit yang semakin merajalela.
                Teknologi sering diartikan sebagai ilmu yang berhubungan dengan keterampilan di bidang industri. Tetapi A.T Mosher (1965;93) mengartikan teknologi pertanian sebagai cara-cara untuk melakukan pekerjaan usaha tani. Didalamnya termasuk cara-cara bagaimana petani menyebarkan benih, memelihara tanaman dan memungut hasil serta memelihara ternak. Termasuk pula didalamnya benih, pupuk, pestisida, obat-obatan serta makanan ternak yang dipergunakan, perkakas, alat dan sumber tenaga. Termasuk juga didalamnya berbagai kombinasi cabang usaha, agar tenaga petani dan tanahnya dapat digunakan sebaik mungkin.
                Sayuran dan buah-buahan merupakan pelengkap kebutuhan makanan. Agar produktivitasnya dapat lebih tinggi, maka untuk kesuburan tanaman diberi pupuk. Tanaman bahan makanan mudah terganggu penyakit, sehingga diperlukan usaha meningkatkan hasil pertanian sekaligus dapat menghindarkan tanaman dari penyakit. Caranya dengan mempergunakan teknologi pertanian, terutama dengan mempergunakan varietas unggul . Cara yang demikian disebut sebagai revolusi hijau (green revolution). Selain benih unggul, perlu ditunjang oleh teknologi penggarapan tanah, pemeliharaan dan pengolahan.
                Kebanyakan metode baru yang dapat meningkatkan produksi pertanian, memerlukan penggunaan bahan-bahan dan alat-alat produksi khusus oleh petani. Diantaranya termasuk bibit, pupuk, pestisida, makanan dan obat ternak serta perkakas. Pembangunan pertanian menghendaki kesemuanya itu tersedia di atau dekat pedesaan (lokasi usaha tani), dalam jumlah yang cukup banyak untuk memenuhi keperluan tiap petani yang membutuhkan dan menggunakannya dalam usaha taninya.
                Salah satu contoh penerapan IPTEK dalam pertanian adalah Traktor tangan ini diciptakan di Cina, dengan fungsi utamanya adalah untuk mengolah tanah. Namun, sebenarnya traktor tangan ini memiliki banyak fungsi, seperti pompa air, alat prosesing,trailer, dan sebagainya. Adapun contoh lainnya seperti  mesin penggiling padi pada masa lampau kita harus menggebuk - gebukan padi untuk memisahkan antara padi putih (isinya) dengan gabah (kulitnya) sekarang cara itu sudah banyak di tinggalkan karena sangat memakan waktu yang lama dan pekerja yang banyak. Sekarang para petani kebanyakan sudah menggunakan mesin penggiling padi yaitu mesin yang digunakan untuk mengupas padi memisahkanya antara padi putih (isinya) deng gabah (kulitnya) dengan cara memasukan padi ke dalam corong lalu mesin akan menggiling padi padi itu hingga terlepas dari kulitnya lalu beras akan keluar.

















SUMBER


http://perandandampakiptekdalampertanian.blogspot.sg/
http://rezkimatematika.blogspot.sg/2015/03/perkembangan-iptek-dalam-era.html
http://www.kompasiana.com/nenene/perkembangan-iptek-di-indonesia_54f79810a33311417b8b47a6
http://okghiqowiy.blogspot.sg/2013/01/ilmu-pengetahuan-dan-teknologi-iptek.html
PEMANFAATAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI oleh Purwo Riwayadi
Rencana Strategis Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian 2005 - 2009
Seratus tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah oleh Michael H. Hart
Jelajah iptek cyber muda oleh Kompas
Kolaborasi IPTEK dengan Budaya Membatik oleh Dwi Putra
Read more ...
Designed By VungTauZ.Com